logo dtm

Penundaan Kegiatan Akademik (PKA)

1. Tujuan

Prosedur Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) sebagai pedoman dan untuk memberikan penjelasan kepada setiap mahasiswa, Pembimbing Akademik (PA) dan unit kerja terkait tentang tatacara pengajuan permohonan dan untuk mendapat izin Penundaan Kegiatan Akademik (PKA).


2. Ruang Lingkup

Ruang lingkup proses Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) dalam pelaksanaannya meliputi:

    1. Permohonan mahasiswa melalui Dekan Fakultas;
    2. Usulan Fakultas ke Universitas.
    3. Meneliti/memeroses berkas permohonan sesuai persyaratan.
    4. Menerbitkan surat izin PKA.

 

3. Defenisi

Penundaan Kegiatan Akademik (PKA): Masa penundaan kegiatan akademik oleh seorang mahasiswa untuk sementara tidak melakukan seluruh kegiatan akademik karena alasan tertentu. PKA berlaku setelah mendapat persetujuan Rektor dan atas usul Dekan Fakultasnya. Masa penundaan kegiatan akademik tidak dihitung sebagai masa studi.

Masa Studi : Masa studi adalah jumlah semester yang dijadwalkan dalam kurikulum untuk diikuti mahasiswa. 


 4. Referensi

 Undang-Undang No.2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

    1. SK Rektor No.1023/J05/SK/PP/2005 tentang Peraturan Akademik Program Sarjana (S-1) USU;
    2. SK Rektor No.3128/JO5/SK/AK/2004 tantang Peraturan Akademik Program Diploma USU;
    3. Buku Manual Prosedur UMM USU Tahun 2006;
    4. Buku Manual Prosedur GJM BA USU;
    5. Kalender Akademik USU;
    6. Buku Manual Prosedur GKM BP BA.

 

 5. Ketentuan Umum

 Ada beberapa ketentuan yang perlu dipedomani oleh setiap mahasiswa yang melakukan Penundaan Kegiatan Akademik (PKA):

    1. Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) harus dilakukan dengan persetujuan Rektor dan atas usul Dekan. Jika mahasiswa tidak aktif tanpa PKA selama dua semester berturut-turut, mahasiswa dinyatakan mengundurkan diri. Mahasiswa yang tidak aktif satu semester tanpa PKA, masa tidak aktif dihitung sebagai masa studi , diharuskan tetap membayar SPP penuh.
    2. Masa PKA hanya dibenarkan dengan sepengetahuan Dekan dan seizin Rektor, dan tidak dihitung sebagai masa studi. Untuk setiap semester PKA yang diambil mahasiswa diharuskan membayar SPP 25% dari SPP (SPP adalah jumlah yang harus dibayar oleh setiap mahasiswa untuk satu tahun ajaran) dan pembayaran dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Untuk mahasiswa asing besarnya SPP ditetapkan berdasarkan peraturan tersendiri. Apabila mahasiswa telah membayar SPP dan kemudian mengajukan PKA, mahasiswa tersebut tidak berhak pengembalian uang SPP yang telah dibayarkan.
    3. Selama mahasiswa menjalani masa PKA, seluruh kegiatan akademik yang bersangkutan diberhentikan termasuk bimbingan skripsi.
    4. Apabila PKA dilakukan berkali-kali, jumlah keseluruhan lamanya PKA tidak boleh melebihi 4 (empat) semester selama studi.

 

 6. Tujuan Penundaan Kegiatan Akademik

 Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) bertujuan:

  1. Untuk memberi izin kepada mahasiswa yang tidak dapat melakukan kegiatan akademik sementara waktu.
  2. Masa Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) mahasiswa tidak dihitung sebagai masa studi dan diberi keringanan SPP (bagi mahasiswa yang belum membayar SPP pada waktu mengambil PKA sebesar 25% pertahun akademik).
  3. Untuk memperbaiki dalam pengolahan data dan ketertiban administrasi sehingga data mahasiswa tetap sesuai dengan keadaan sebenarnya.
  4. Untuk memberikan informasi/data untuk keperluan unit kerja/bagian yang terkait lainnya tentang perubahan status mahasiswa.
 7. Persyaratan

Untuk Penundaan Kegiatan Akademik (PKA), setiap mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

    1. Mahasiswa yang mengajukan Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) yang telah mengikuti pendidikan sekurang-kurangnya 2 (dua) semester.
    2. Mahasiswa yang diperbolehkan mengambil PKA yang tidak dalam proses evaluasi semester atau yang terancam Drop Out (DO).
    3. PKA diajukan secara tertulis kepada Rektor melalui Dekan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dalam Kalender Akademik dan PKA tidak berlaku surut. Jikapermohonan PKA yang diajukan mahasiswa sudah lewat waktu dari jadwal yang ditetapkan dalam Kalender Akademik, mahasiswa tersebut diwajibkan  membayar  SPP penuh.
    4. Menerbitkan surat izin PKA.

 

8. Prosedur Pelaksanaan

.       Dalam prosedur pelaksanaan PKA ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

    1. PKA diajukan oleh mahasiswa secara tertulis dalam kertas bermaterai 6.000,-kepada Dekan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dalam Kalender Akademik dengan melampirkan bukti setoran SPP terakhir.
    2. Dekan/PD I meneliti permohonan mahasiswa dan jika tidak bermasalah meneruskan permohonan ke Rektor dengan melampirkan:- Surat permohonan mahasiswa (FM-GJM-BP-013-01 )

      - Form isian PKA tentang biodata mahasiswa (FM-GKM-BP-013-02)

      - Fotokopi bukti setoran SPP terakhir.

    3. Rektor/PR I menerima permohonan dan meneruskan kepada BAA.
    4. BAA menerima permohonan dan meneruskan ke Bagian Pendidikan.
    5. Bagian Pendidikan menerima dan meneliti data-data mahasiswa dan jika memenuhi persyaratan akademik, maka permohonan diproses dan izin PKA mahasiswa diterbitkan. Dalam izin PKA dicantumkan:- Masa studi tidak dihitung.

      - Diberi keringanan SPP sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Akademik (bagi mahasiswa yang belum membayar SPP pada waktu mengambil PKA).

    6. BAmemaraf izin PKA dan PR I menandatangani izin PKA mahasiswa (FM-GKM-BP-016-03).
    7. Bagian Pendidikan mendistribusikan izin PKA kepada yang bersangkutan dan Fakultas/Departemen/Program Studi dan unit kerja terkait.
    8. Jika permohonan tidak memenuhi persyaratan akademik, maka permohonan PKA ditolak.
    9. Izin PKA yang telah didistribusikan disimpan dalam arsip sesuai dengan Fakultas.
    10. Izin PKA yang ditolak disimpan dalam arsip sesuai dengan Fakultas

 

 

 Permohonan dan Form Isian Penundaan Kegiatan Akademik (PKA)

Download  

Add comment


Security code
Refresh

Pencarian

Peta USU

From Address:

ADMIN